Semarang, 27 Agustus 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui Kelompok 11 melaksanakan program WASESA (Warga Semarang Sadar Adminduk) di Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Program ini berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan sekaligus pemanfaatan layanan administrasi kependudukan berbasis digital melalui aplikasi Si D'nOK.
Kegiatan yang berlangsung selama 31 Juli hingga 29 Agustus 2026 tersebut menyasar warga di RW 01 hingga RW 04 Kelurahan Tlogosari Wetan. Pelaksanaan program dilakukan melalui sosialisasi secara langsung dan pendampingan door to door untuk membantu warga memahami serta melakukan aktivasi akun Si D’nOK.
Selama pelaksanaan kegiatan, Kelompok 11 KKN-T UNIMUS mencatat 332 sosialisasi dan 217 aktivasi akun Si D'nOK. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh enam mahasiswa yang dibagi menjadi dua tim agar jangkauan sosialisasi di empat RW dapat dilakukan secara lebih
luas dan efisien.

Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah, tetapi juga memanfaatkan kegiatan masyarakat seperti jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa menjangkau lebih banyak warga dalam waktu yang relatif singkat. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif serta didukung dengan flyer yang berisi informasi mengenai manfaat dan langkah penggunaan aplikasi Si D’nOK.
Pendekatan door to door menjadi salah satu strategi utama dalam kegiatan ini. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa memberikan pendampingan secara personal, mulai dari pengaksesan aplikasi, pengisian data diri, verifikasi akun, hingga pengenalan fitur layanan yang tersedia. Pendekatan tersebut juga disesuaikan dengan kondisi warga, khususnya kelompok lanjut usia yang membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam menggunakan layanan digital.
Dalam pelaksanaannya, kelompok menghadapi sejumlah kendala, antara lain penolakan dari sebagian warga dan ketua RT, keterbatasan waktu warga usia produktif yang bekerja pada siang hari, serta kesulitan kelompok lanjut usia dalam memahami penggunaan aplikasi. Kegiatan juga sempat berbenturan dengan agenda pengajian peringatan Maulid Nabi di lingkungan warga.