"Masyarakat yang tadinya berpikir untuk biaya renovasi rumah saja susah, kami intervensi. Anak-anak yang tadinya mau ke sekolah saja harus melewati jalan yang rusak, jalannya kami perbaiki. Akses pendidikannya juga kami dekatkan dan kami gratiskan, termasuk akses kesehatan masyarakatnya," ujarnya.
Ia mencontohkan pembangunan jalan lingkungan yang harus mampu memperlancar mobilitas warga, termasuk akses menuju sekolah, pasar, maupun pusat aktivitas ekonomi.
"Ini memudahkan warga yang mau ke pasar, anak-anak yang mau ke sekolah, dan berbagai aktivitas perekonomian lain. Sebab, pembangunan yang kami lakukan bukan mengejar seberapa banyak yang sudah dibangun, melainkan seberapa besar asas manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Banten," jelasnya.
11 Rumah di Kemanisan Dibangun
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Banten M. Rahmat Rugianto mengatakan, pembangunan peningkatan kualitas permukiman di Kecamatan Curug turut menyasar rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.
Di Kelurahan Kemanisan, terdapat 11 unit RTLH yang telah dibangun. Sementara di Kelurahan Sukawana terdapat sembilan unit rumah yang mendapatkan penanganan.
Selain pembangunan rumah, Pemprov Banten juga membangun PSU dan drainase yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Infrastruktur yang dibangun memiliki panjang sekitar 2,4 kilometer dengan sumber pembiayaan dari APBD Tahun Anggaran 2025.
Rahmat menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kualitas kawasan permukiman yang dilakukan Pemprov Banten secara lebih luas.