Basarnas Banten masih berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung untuk memantau wilayah pesisir serta melibatkan nelayan setempat.
“Hingga saat ini, kami terus berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Lampung untuk memantau wilayah pesisir serta melibatkan para nelayan sekitar. Meski hasilnya sementara masih nihil, termasuk pemantauan di wilayah perairan Lebak, upaya koordinasi ini tidak dihentikan,” kata Al Amrad.
KM Arupadhatu 1 sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, dengan membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak sejak 7 September 2026 ketika membawa rombongan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Teridentifikasinya Surakman menjadi titik terang bagi keluarganya di tengah proses pencarian tujuh korban lainnya yang hingga kini masih terus dipantau oleh tim terkait.