Pesan Kapolda Banten di UKW PWI: Kritis, Akurat dan Berpegang pada Etika
Kapolda juga mendorong peserta UKW untuk terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, kemampuan wartawan harus terus diasah karena dunia jurnalistik mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Wartawan juga dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pemanfaatan teknologi, termasuk berbagai platform digital, dapat digunakan untuk mendukung proses kerja jurnalistik dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Namun, perkembangan teknologi tersebut tetap harus ditempatkan dalam koridor etika profesi dan prinsip-prinsip jurnalistik.
Hengki juga mengingatkan agar wartawan tidak kehilangan fungsi kritisnya sebagai bagian dari pers. Sikap kritis, kata dia, tetap penting dalam mengawal berbagai persoalan dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Tetaplah kritis, namun konstruktif. Berikan karya jurnalistik yang edukatif dan bermanfaat kepada masyarakat, serta berikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi,” pesan Kapolda Banten kepada peserta UKW.
Ia berharap produk jurnalistik yang dihasilkan wartawan tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan, edukasi dan tanggung jawab kepada publik.
Pelaksanaan UKW PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 yang mendapat dukungan dan fasilitasi Polda Banten tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Kegiatan yang berlangsung hingga Rabu (23/9/2026) itu diharapkan dapat menjadi ruang bagi para wartawan untuk menguji sekaligus meningkatkan kompetensi, serta semakin memahami tanggung jawab profesi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang beretika, akurat, berimbang dan bermanfaat bagi masyarakat.