Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk, Lansia Tanara Menanti Bedah Rumah
Kondisi rumah tersebut juga menjadi perhatian warga sekitar. Mereka menilai kondisi bangunan yang sudah lapuk berpotensi membahayakan penghuni, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang.
“Sampai saat ini belum ada perhatian untuk membantu warga miskin seperti ini. Kalau memang ada program untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mudah-mudahan keluarga seperti Aminah juga bisa mendapatkan perhatian,” kata seorang warga setempat.
Namun, informasi mengenai tidak adanya bantuan perlu dilihat secara utuh. Ketua RT setempat, Budin, mengatakan rumah Aminah sebenarnya sudah beberapa kali diajukan untuk mendapatkan bantuan program bedah rumah.
Menurut Budin, proses tersebut pernah terkendala karena keluarga Aminah disebut sempat menolak pengajuan dengan alasan tidak memiliki biaya tambahan untuk pembangunan.
“Sebenarnya rumah keluarga Aminah sudah beberapa kali masuk pengajuan bantuan bedah rumah. Namun sempat menolak dengan alasan tidak punya uang untuk tambahan biaya pembangunan,” ujar Budin.
Kondisi ini menunjukkan persoalan warga tidak selalu berhenti pada ada atau tidaknya program bantuan. Persyaratan, mekanisme pelaksanaan, serta kemampuan keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan tambahan juga menjadi bagian yang perlu diperjelas.
Bagi Aminah, kebutuhan itu sederhana: memiliki rumah yang aman untuk ditinggali dan tidak lagi membuatnya cemas setiap kali hujan turun.
Kini, di tengah kondisi rumah yang semakin lapuk, harapan Aminah masih tertuju pada adanya perhatian dan solusi dari pemerintah maupun pihak terkait.