Dalam kesempatan tersebut, Yannurius juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menurutnya menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong ketahanan pangan.
Ia bahkan menilai Amran layak mendapatkan penghargaan sebagai salah satu anggota kabinet dengan kinerja terbaik.
“Menurut kami, Pak Amran ini pantas untuk mendapatkan itu,” katanya.
Yannurius mengatakan ketahanan pangan bukanlah agenda baru karena telah menjadi perhatian pemerintah dari masa ke masa. Namun, menurut dia, komitmen yang kuat diperlukan agar target tersebut benar-benar dapat diwujudkan.
“Kuncinya kenapa ini bisa tercapai menurut kami, Pak Amran ini punya komitmen yang kuat dan totalitas dalam menghadapi ini,” tuturnya.
Salah satu hal yang disorot adalah kebijakan terkait harga hasil panen dan penyerapan gabah petani. Menurut Yannurius, kepastian harga dapat memberikan dorongan bagi petani untuk tetap menanam dan meningkatkan produksi.
“Strategi yang dipakai oleh beliau adalah menjamin harga panen, sehingga petani itu bersemangat untuk melakukan cocok tanam, tanaman padi, menetapkan harga minimal. Dan beliau mengontrol benar agar Bulog menyerap hasil panen dari petani,” ujarnya.
Selain persoalan harga, ia menilai akses terhadap sarana produksi juga menjadi faktor penting. Petani membutuhkan benih, pupuk, pestisida dan berbagai kebutuhan produksi lainnya dengan harga yang terjangkau.