Rebutan Jaga Lahan PT Khong Guan Memanas, Warga Soroti Senjata Laras Panjang
SERANG – Perebutan pekerjaan keamanan di lahan milik PT Khong Guan di Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, memicu ketegangan antara warga setempat dengan kelompok yang mengatasnamakan Rajawali.
Persoalan bermula dari keberatan warga yang mengaku tidak lagi dilibatkan dalam pekerjaan menjaga lahan PT Khong Guan yang disebut akan dibangun menjadi kawasan pabrik.
Sejumlah warga mengatakan, sebelum kelompok Rajawali berada di lokasi, pekerjaan keamanan lahan tersebut selama ini turut melibatkan masyarakat sekitar. Namun kondisi berubah setelah kelompok tersebut masuk dan mengambil peran dalam penjagaan.
Merasa tidak dilibatkan, warga kemudian mendatangi lokasi lahan. Pertemuan kedua pihak sempat diwarnai adu mulut sebelum akhirnya persoalan dibawa ke Kantor Desa Cisait untuk dimediasi.
Dalam mediasi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta kesempatan kerja keamanan diberikan kepada masyarakat setempat, meminta kompensasi tanaman, serta mendesak agar pembangunan pabrik segera direalisasikan sehingga masyarakat sekitar dapat memperoleh kesempatan kerja.
Salah satu permintaan warga adalah agar pekerjaan keamanan tidak sepenuhnya diberikan kepada pihak luar.
Perwakilan kelompok Rajawali, Mulyana, didampingi Zaenal, mengatakan seluruh aspirasi warga akan ditampung. Namun, ia menyebut keputusan terkait pembagian pekerjaan bukan kewenangannya seorang diri.
“Baik kami tampung, apa saja yang menjadi permintaan warga, tetapi saya tidak bisa memutuskan hari ini. Saya juga harus menyampaikan kepada pimpinan saya dulu,” kata Mulyana saat mediasi.