Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi
Produk-produk tersebut bukan sekadar barang pajangan. Di balik setiap karya terdapat proses pembinaan, keterampilan, ketekunan dan semangat warga binaan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Inilah wajah lain pemasyarakatan: bukan hanya tentang tembok, jeruji dan pengamanan, tetapi juga tentang proses perubahan dan kesempatan kedua.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa warga binaan tetap memiliki potensi untuk belajar, bekerja dan menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi maupun nilai seni.
Kasi Binadik & Giatja Lapas Batang, Mu'ammar Fihri, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Festival Literasi menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pembinaan sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
“Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya kami menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Mereka dibina agar memiliki keterampilan, produktivitas dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Literasi Bukan Hanya Membaca, Tetapi Juga Berkarya
Festival Literasi Kabupaten Batang menjadi momentum penting untuk memperluas makna literasi.
Bagi Lapas Batang, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga berarti kemampuan untuk belajar, memahami lingkungan, mengembangkan keterampilan, menciptakan karya dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Artikel ini merupakan kiriman dari akun lembaga yang identitas pengelolanya telah diverifikasi oleh Distrik Banten News. Isi kiriman merupakan tanggung jawab pengelola akun dan telah melalui proses moderasi sesuai kebijakan platform.