Karena itu, transaksi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai bukti suap ataupun gratifikasi.
Untuk mendapatkan penjelasan berimbang, redaksi telah mengirimkan permintaan konfirmasi melalui WhatsApp kepada pihak yang disebut sebagai pegawai Bea Cukai.
Redaksi mengajukan tiga pertanyaan utama, yakni mengenai kebenaran penindakan kendaraan F 8531 SK dan status pengemudinya; keterkaitan transaksi Rp80 juta dengan pegawai yang menangani perkara; serta apakah Kepatuhan Internal Bea Cukai telah melakukan pemeriksaan terkait dugaan adanya penerimaan uang dalam penanganan perkara tersebut.
Pesan konfirmasi telah terkirim. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban atas pertanyaan redaksi.
Belum adanya penjelasan tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka, terutama mengenai bagaimana penanganan terhadap pengemudi, status barang dan kendaraan yang diamankan, serta kebenaran informasi mengenai transaksi Rp80 juta.
Meski demikian, redaksi menegaskan bahwa sikap belum merespons konfirmasi tidak dapat dijadikan bukti bahwa telah terjadi suap ataupun pelanggaran oleh pegawai Bea Cukai. Dugaan tersebut tetap membutuhkan pembuktian melalui identitas para pihak, dokumen transaksi, kronologi, serta hasil pemeriksaan lembaga yang berwenang.
Redaksi akan terus melakukan verifikasi dan membuka ruang seluas-luasnya bagi Bea Cukai Merak, pemilik kendaraan, pengemudi, pemilik barang maupun pihak lain yang terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.
Apabila tanggapan resmi diterima setelah berita ini diterbitkan, keterangan tersebut akan dimuat dalam pemberitaan lanjutan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan verifikasi.