Wali Kota Serang Budi Rustandi menilai persoalan pembangunan MDT Nurul Iman perlu segera dicarikan jalan keluar. Selain persoalan pendanaan, terdapat kendala administrasi yayasan yang harus diselesaikan agar pembangunan dapat kembali dilanjutkan.
Budi menyebut lokasi madrasah tersebut memiliki nilai sejarah bagi masyarakat. Lahan yang digunakan merupakan tanah wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan umat dan pendidikan keagamaan.
“Kita akan urus administrasinya,” kata Budi.
Selain membantu mencarikan solusi administrasi, Budi juga memberikan bantuan pribadi untuk mendukung kelanjutan pembangunan madrasah.
“Ada juga sedikit sumbangan pribadi dari saya untuk pembangunan. Mudah-mudahan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ujarnya.
Bantuan yang diterima nantinya akan difokuskan pada kebutuhan paling mendesak. Yayasan menargetkan pembangunan tiga ruang kelas dan satu ruang kantor guru sebagai tahap awal.
Pengurus berharap pembangunan MDT Nurul Iman bisa segera kembali berjalan. Dengan tersedianya ruang belajar yang layak, anak-anak di Kampung Padek diharapkan tidak lagi harus berpindah-pindah tempat untuk mengikuti kegiatan belajar.
Bagi warga, rampungnya pembangunan madrasah bukan sekadar soal berdirinya sebuah gedung. Lebih dari itu, mereka berharap MDT Nurul Iman kembali menjadi tempat belajar bagi anak-anak dan generasi muda di lingkungan tersebut.