PANDEGLANG — Hari-hari penuh kecemasan masih dirasakan Mansyur Suryana. Di tengah operasi pencarian yang terus dilakukan di perairan Selat Sunda, ia belum berhenti berharap putranya, Muhammad Bagus Khoirunas, bisa kembali dengan selamat.
Bagus merupakan salah satu dari lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Bagi Mansyur, kabar hilangnya sang anak menjadi pukulan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hingga kini, ia masih menunggu kabar baik dari tim pencarian.
Muhammad Bagus Khoirunas diketahui bekerja sebagai jurnalis Kantor Berita Antara. Dalam perjalanan peliputan tersebut, ia bersama empat jurnalis lainnya, yakni Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas.
Mereka berangkat menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Rombongan tersebut menggunakan kapal bersama tiga awak, yakni Warta sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Mansyur mengaku terakhir kali mengetahui keberadaan putranya di kawasan Carita. Namun, ia tidak mengetahui bahwa Bagus akan melanjutkan perjalanan hingga ke perairan Anak Krakatau.
Saat itu, Mansyur mengira putranya hanya menjalankan tugas peliputan di sekitar Carita.
“Kalau saya tahu dia akan ke sana, pasti saya larang,” kata Mansyur.