Menurutnya, informasi mengenai aktivitas gunung api harus diperoleh dari lembaga resmi yang memiliki kewenangan, sehingga masyarakat tidak terjebak informasi keliru yang justru dapat memicu kepanikan.
“Keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. Itu yang harus kita kerjakan,” tegasnya.
Selain mengantisipasi aktivitas vulkanik, Pemprov Banten juga mengambil langkah menghadapi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan menyiapkan dan mendistribusikan masker ke sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.
Andra Soni menyebut sebanyak 5.000 boks masker telah disiapkan untuk didistribusikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
“Sekarang lima ribu box masker kita distribusikan melalui dinas kesehatan ke wilayah prioritas,” ungkapnya.
Ia kembali meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah. Kewaspadaan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan ketenangan agar setiap langkah penanganan dapat dilakukan secara terukur.
“Kita terus pantau. Sama-sama kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan,” pungkas Andra Soni.
Sementara itu, Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan bahwa berdasarkan data dari berbagai instrumen pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan kecenderungan menurun.