Danil menyebut kompetisi tersebut secara khusus diarahkan untuk menjaring talenta lokal. Untuk memastikan pemain yang tampil benar-benar sesuai dengan ketentuan, pihaknya menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam proses verifikasi.
“Ini potensi pemain asli lokal Kabupaten Tangerang. Insyaallah tidak ada titipan, ini potensi lokal yang kita gandeng bersama Disdukcapil untuk menjadi juara,” kata Danil.
Ia mengungkapkan, proses seleksi administrasi dilakukan secara ketat sebelum para pemain dinyatakan berhak mengikuti kompetisi. Dari total 789 pemain yang didaftarkan, sebanyak 589 pemain dinyatakan memenuhi persyaratan. Sementara sekitar 200 pemain lainnya tidak lolos verifikasi administrasi.
Menurut Danil, proses tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya persoalan terkait pemain dari luar wilayah, pemain titipan, maupun dugaan manipulasi data administrasi.
“Ini kami lakukan agar tidak ada lagi persoalan pemain titipan, pemain dari luar wilayah yang tidak sesuai ketentuan ataupun manipulasi administrasi. Semua harus bertanding secara sportif dan berdasarkan aturan yang telah disepakati,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 28 kecamatan di Kabupaten Tangerang ambil bagian. Setiap tim membawa harapan untuk menemukan sekaligus mengembangkan pemain terbaik dari wilayah masing-masing.
Danil berharap kompetisi tersebut mampu menjadi panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia menilai proses yang transparan dan kompetisi yang sehat akan memberikan dampak positif bagi masa depan sepak bola Kabupaten Tangerang.
“Juara yang lahir dari proses yang jujur akan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada sekadar trofi dan medali,” tuturnya.