JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI
Kita sering membenci koruptor yang mengambil miliaran rupiah, tetapi tidak selalu memiliki kemarahan yang sama terhadap ketidakjujuran kecil.
Memberikan uang untuk mempercepat pelayanan dianggap biasa. Memanfaatkan jabatan untuk membantu keluarga dianggap wajar. Menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dianggap sepele. Memanipulasi laporan kecil dianggap bukan persoalan besar. Membiarkan penyimpangan karena pelakunya adalah teman, saudara, atau orang yang dekat dengan kita dianggap sebagai bentuk loyalitas.
Padahal di situlah persoalan integritas dimulai.
Korupsi besar sering kali tumbuh dari toleransi terhadap ketidakjujuran kecil.
Tidak semua orang yang melakukan pelanggaran kecil akan menjadi koruptor besar. Tetapi masyarakat yang terbiasa memaafkan ketidakjujuran kecil sedang membangun lingkungan yang ramah terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Kita tidak bisa hanya meminta negara untuk bersih sementara kehidupan sehari-hari kita masih penuh dengan kompromi terhadap ketidakjujuran.
Melawan korupsi berarti memperbaiki sistem, tetapi juga memperbaiki mentalitas.
Negara harus diawasi. Kekuasaan harus dibatasi. Anggaran harus terbuka. Hukum harus adil. Pelapor harus dilindungi. Politik harus direformasi.