Ikuti Kami
Rabu, 21 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Penulis: Hasan Komarudin
Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Kita sering membenci koruptor yang mengambil miliaran rupiah, tetapi tidak selalu memiliki kemarahan yang sama terhadap ketidakjujuran kecil.

Memberikan uang untuk mempercepat pelayanan dianggap biasa. Memanfaatkan jabatan untuk membantu keluarga dianggap wajar. Menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dianggap sepele. Memanipulasi laporan kecil dianggap bukan persoalan besar. Membiarkan penyimpangan karena pelakunya adalah teman, saudara, atau orang yang dekat dengan kita dianggap sebagai bentuk loyalitas.

Padahal di situlah persoalan integritas dimulai.

Korupsi besar sering kali tumbuh dari toleransi terhadap ketidakjujuran kecil.

Tidak semua orang yang melakukan pelanggaran kecil akan menjadi koruptor besar. Tetapi masyarakat yang terbiasa memaafkan ketidakjujuran kecil sedang membangun lingkungan yang ramah terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Kita tidak bisa hanya meminta negara untuk bersih sementara kehidupan sehari-hari kita masih penuh dengan kompromi terhadap ketidakjujuran.

Melawan korupsi berarti memperbaiki sistem, tetapi juga memperbaiki mentalitas.

Negara harus diawasi. Kekuasaan harus dibatasi. Anggaran harus terbuka. Hukum harus adil. Pelapor harus dilindungi. Politik harus direformasi.

Penulis: Hasan Komarudin
Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB
Artikel Selanjutnya

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Mengapa Kita Takut Bicara di Depan Orang Banyak?

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Bebas Berbicara, Tetap Bertanggung Jawab

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:27 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB
↑ Kembali ke atas
JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Bagikan artikel ini melalui