Andra menilai peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah berhenti melakukan sosialisasi dan pelayanan. Menurutnya, pelaksanaan CKG harus terus digenjot hingga akhir tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
Di tingkat Provinsi Banten, Andra menyebut pelaksanaan CKG telah menjangkau sekitar 6,4 juta warga. Capaian tersebut disebut telah melampaui standar nasional yang berada di kisaran 46 persen.
Meski demikian, pemerintah tetap diminta tidak berpuas diri. Sebab, tujuan utama program bukan sekadar memenuhi indikator kinerja, melainkan membangun sistem deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
Andra menjelaskan, hasil pemeriksaan melalui CKG akan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit tertentu, masyarakat akan diarahkan mendapatkan pelayanan medis sesuai kebutuhannya.
“Penyakit yang paling banyak ditemukan potensinya dari skrining ini adalah hipertensi, diabetes, dan TBC,” ujarnya.
Khusus untuk penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC), penanganan tidak berhenti pada pasien yang dinyatakan memiliki indikasi penyakit. Pemerintah juga melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus memastikan masyarakat yang berpotensi tertular dapat segera menjalani pemeriksaan.