Fredy menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Banten yang secara langsung membuka turnamen dan menyempatkan berinteraksi dengan para peserta.
Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah di tengah kegiatan memberikan motivasi tersendiri bagi peserta maupun panitia. Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan dan semakin berkembang pada masa mendatang.
"Semoga ke depan dapat dilangsungkan pertandingan kedua, ketiga, dan seterusnya, seperti yang disampaikan Bapak Dimyati," tuturnya.
Suasana turnamen semakin menarik ketika Dimyati tidak hanya hadir sebagai tamu undangan. Di sela-sela kegiatan, orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten itu turut duduk di depan papan catur dan bertanding melawan peserta termuda.
Dimyati memilih Olivia Seraphine, siswi SD Pahowa Tangerang yang baru berusia 7 tahun, sebagai lawan tanding.
Momen tersebut berlangsung penuh antusiasme. Olivia tampak bersemangat ketika berhadapan langsung dengan Wakil Gubernur Banten. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral kepada para peserta, khususnya atlet-atlet catur usia dini yang sedang mulai menapaki dunia kompetisi.
Kehadiran peserta dari jenjang SD hingga SMA/SMK menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga catur di kalangan pelajar Banten cukup besar. Kondisi ini menjadi modal penting bagi pembinaan atlet secara berjenjang.
Dengan kompetisi yang rutin, pembinaan yang terarah, serta dukungan berbagai pihak, bukan tidak mungkin Banten nantinya mampu melahirkan pecatur yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus panggung nasional bahkan internasional.