Andra menilai keberadaan kompetisi mahasiswa memiliki posisi strategis dalam ekosistem pembinaan olahraga di Banten. Dari ajang seperti POMPROV, atlet-atlet potensial dapat dipantau, dievaluasi, kemudian dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan dengan level yang lebih tinggi.
POMPROV Banten 2026 juga menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan atlet mahasiswa menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional. Setelah mengikuti kompetisi tingkat provinsi, para atlet yang memiliki potensi akan diproyeksikan untuk memperkuat Banten pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027 di Palembang.
Selain itu, pembinaan juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan demikian, POMPROV tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pencarian dan pembentukan atlet potensial yang diharapkan mampu membawa nama Banten bersaing di tingkat nasional.
Gubernur Banten juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan POMPROV Banten 2026. Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, KONI, perguruan tinggi, pelatih, atlet, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia berharap POMPROV mampu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun karakter melalui olahraga.
“Mari kita jadikan POMPROV Banten 2026 dan berbagai kejuaraan mahasiswa sebagai fondasi lahirnya atlet-atlet masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Banten Agus Rasyid mengatakan kompetisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan seorang juara. Menurutnya, kemampuan seorang atlet tidak cukup hanya dibangun melalui latihan. Atlet juga harus mendapatkan kesempatan bertanding secara rutin untuk mengukur sejauh mana hasil latihan yang telah dilakukan.