Tidak berhenti di sana, pada bulan yang sama sebanyak lima pesilat terbaik Banten juga akan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas). Seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju 21st World Pencak Silat Championship (WPSC) dan 6th Junior World Pencak Silat Championship (JWPSC) 2026.
Kejuaraan dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20–30 November 2026 di Tashkent, Uzbekistan.
Dengan agenda kompetisi yang semakin padat, pembinaan dan dukungan terhadap atlet menjadi semakin penting. Atlet membutuhkan kesempatan bertanding secara rutin agar kemampuan teknis, mental, dan pengalaman bertanding terus berkembang.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Banten, Ajat Sudrajat, mengatakan pembinaan atlet di wilayahnya dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu bentuk pembinaan tersebut dilakukan dengan menggelar pertandingan secara rutin.
Menurut Ajat, IPSI Banten mengadakan pertandingan skala kecil sebanyak dua kali dalam sebulan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pesilat untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding.
“Termasuk puncaknya adalah melalui ajang ini,” kata Ajat.
Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026 menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur kemampuan para pesilat sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet potensial.
Ajat berharap perhatian pemerintah terhadap perkembangan pencak silat di Banten semakin besar. Terlebih, potensi atlet yang dimiliki Banten cukup banyak dan membutuhkan pembinaan secara berkelanjutan.