Dari Sekolah Menuju Juara Dunia, Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Ekskul Wajib
Karena itu, Dimyati meminta pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan. Peran organisasi olahraga, pelatih, sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Rekam jejak atlet pencak silat Banten menunjukkan capaian yang cukup membanggakan.
Pada akhir 2024, atlet silat ganda putra asal Banten berhasil meraih juara pertama dalam ajang 20th World Pencak Silat Championship dan 5th Junior World Pencak Silat Championship yang berlangsung di Abu Dhabi.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pesilat asal Banten memiliki kemampuan untuk bersaing di level internasional. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk menekuni pencak silat secara serius.
Prestasi juga ditorehkan para pesilat Banten di tingkat pelajar. Dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun ini, kontingen Banten berhasil meraih peringkat ketiga nasional untuk tingkat SD.
Sementara pada tingkat SMP, pesilat Banten berhasil menyabet juara kedua nasional untuk kategori putra dan putri.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan pencak silat di Banten telah memiliki basis yang kuat sejak usia dini. Jika dilakukan secara konsisten dan mendapatkan dukungan yang memadai, bukan tidak mungkin akan semakin banyak pesilat Banten yang mampu mengharumkan nama daerah hingga Indonesia di panggung internasional.
Tren positif tersebut juga diperkirakan berlanjut. Pada September 2026, sejumlah atlet pencak silat asal Banten dijadwalkan mewakili Indonesia dalam ajang 5th Southeast Asia Pencak Silat Championship di Vietnam.