Ikuti Kami
Selasa, 25 Agustus 2026 Versi Web

Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Penulis: Yustinus Agus  | Editor: Herfa Al Jihad
Selasa, 25 Agustus 2026 | 00:32 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Menurutnya, penambahan personel tersebut diperlukan karena kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat. Pergerakan hotspot harus terus dipantau agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Raja Antoni juga mengapresiasi kerja sama berbagai unsur dalam penanganan karhutla, baik personel yang bertugas di darat maupun dukungan dari udara. Sinergi antara TNI, Polri, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama, akhirnya pada hari ini, sekali lagi per malam kemarin, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28 saja,” ungkapnya.

Meski jumlah hotspot di Kalimantan Barat menunjukkan penurunan, Raja Antoni mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum dapat dianggap sebagai akhir dari ancaman karhutla. Data hotspot terus berubah mengikuti kondisi cuaca, angin, kelembapan, serta aktivitas di lapangan.

“Nanti datanya akan kita update, sekali lagi ini sangat dinamis,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui pengerahan personel, pemantauan hotspot, serta koordinasi lintas instansi.

Pengerahan ribuan ASN Kementerian Kehutanan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah dalam merespons karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kehadiran personel tambahan juga diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api di lapangan.

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla karena kondisi kebakaran hutan dan lahan dapat berkembang cepat, terutama ketika kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

Penulis: Yustinus Agus  | Editor: Herfa Al Jihad
Selasa, 25 Agustus 2026 | 00:32 WIB
Artikel Selanjutnya

Company Profile Cahaya Kilauan Film: Perjalanan dari Layar Televisi Menuju Era Digital

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB
↑ Kembali ke atas
Menhut Raja Antoni BKO-kan 5.000 ASN Kehutanan ke 6 Provinsi Prioritas Tangani Karhutla

Bagikan artikel ini melalui