Way Kambas Membara! Ratusan Hektare Hutan Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar
Medan Sulit Hambat Pemadaman
Proses pemadaman bukan perkara mudah. Karakteristik lahan bergambut membuat api sulit dikendalikan, sementara akses menuju titik kebakaran juga terbatas.
Petugas bahkan harus berjalan kaki untuk mencapai beberapa lokasi karena kendaraan tidak dapat masuk ke titik api. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran turut menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Kondisi cuaca panas, hembusan angin dan vegetasi berupa semak serta ilalang yang mengering membuat api berpotensi cepat menjalar. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Untuk menangani kebakaran tersebut, sejumlah unsur dilibatkan. Balai TNWK berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja TNWK serta masyarakat.
Sebanyak 29 personel gabungan dilaporkan dikerahkan dalam penanganan kebakaran, terdiri dari personel Polisi Kehutanan dan Masyarakat Mitra Polhut, personel Polsek Braja Selebah serta anggota TNI dari Koramil Way Jepara. Peralatan seperti tangki semprot dan gepyok kayu digunakan untuk menangani api, sementara peralatan pompa juga dipersiapkan untuk memperkuat pemadaman.
Nasib Satwa Jadi Perhatian
Kebakaran di TNWK juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan satwa liar yang hidup di kawasan tersebut. Way Kambas dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia dengan berbagai jenis satwa yang hidup di dalamnya.