Demo Mahasiswa di Bundaran HI Diwarnai Ketegangan, BEM UI Sampaikan 8 Tuntutan kepada Pemerintah
“Tapi tadi benang merahnya bahwa negara ini semakin kuat, sementara rakyat semakin lemah dan tidak ada checks and balances yang memadai,” tegasnya.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak pemerintah mewujudkan reforma agraria sejati. Mereka juga meminta pemerintah mengambil langkah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Selain persoalan ekonomi dan agraria, massa aksi juga menyuarakan tuntutan terkait sejumlah kebijakan pemerintah. Mahasiswa meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).
Mereka juga menyerukan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta menolak apa yang mereka sebut sebagai pemusatan kekuasaan.
Tuntutan lainnya berkaitan dengan Transfer ke Daerah (TKD). Mahasiswa meminta agar kebijakan pemangkasan TKD dievaluasi serta otonomi daerah dikembalikan dan diperkuat.
Di bidang penanganan bencana, massa aksi mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores yang terdampak bencana. Pemerintah juga diminta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Mahasiswa turut menyoroti persoalan keamanan dan hubungan antara institusi militer maupun kepolisian dengan ruang sipil.
Mereka meminta penghentian tindakan yang dinilai represif serta intervensi TNI dan Polri dalam ruang sipil. Selain itu, massa aksi juga menyerukan pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP).