8.924 Industri Beroperasi di Banten, Pemprov Siapkan Lulusan SMK Siap Terjun ke Dunia Kerja
SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat program pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai salah satu strategi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai proyek percontohan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dirancang lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri. Melalui pola pendidikan vokasi yang terintegrasi, lulusan SMK diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Provinsi Banten pada Mei 2026 tercatat sebesar 6,48 persen. Angka tersebut turun 0,11 poin dibandingkan Februari 2026.
Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja mencapai sekitar 5,88 juta orang atau meningkat 57 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, penduduk usia kerja di Banten mencapai 9,62 juta orang, bertambah sekitar 28 ribu orang dalam periode yang sama.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6,29 juta orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 3,33 juta orang lainnya masuk dalam kategori bukan angkatan kerja.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Pemprov Banten menilai penurunan angka pengangguran harus terus diikuti dengan kebijakan yang mampu memperkuat kualitas dan kompetensi tenaga kerja.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari program prioritas Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten, salah satunya melalui perluasan akses pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Program pelatihan diarahkan kepada masyarakat Banten usia angkatan kerja dan dilaksanakan dengan melibatkan dunia industri. Dengan demikian, keterampilan yang diberikan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.