8.924 Industri Beroperasi di Banten, Pemprov Siapkan Lulusan SMK Siap Terjun ke Dunia Kerja
Selain pelatihan, Pemprov Banten juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi serta mengoptimalkan sistem informasi pasar kerja melalui Siloker, pelaksanaan Job Fair, dan berbagai program perluasan kesempatan kerja.
Upaya menekan TPT juga dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya dengan Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 yang diajak mengembangkan konsep pendidikan vokasi terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghadirkan model pendidikan yang mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Dalam tahap awal, terdapat dua SMK yang direncanakan menjadi proyek percontohan di dua kawasan industri, yakni Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, dan Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang.
Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 tengah melakukan tahapan feasibility study (FS) untuk menentukan pola pengembangan pendidikan vokasi di kedua wilayah tersebut.
Kajian tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kondisi lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, keberadaan SMK di sekitar kawasan, hingga kondisi sosial dan perekonomian masyarakat setempat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pendidikan vokasi menjadi salah satu instrumen penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.
“Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak SDM yang unggul serta menekan TPT di Provinsi Banten,” kata Andra Soni di Serang, Jumat (14/8/2026).