Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah Mencuat, Massa Gunungsugih dan Anyer Bersiap Turun ke Jalan
Ia menilai, apabila pengelolaan limbah bernilai ekonomis dilakukan secara terbuka dan kompetitif, manfaat ekonominya berpotensi dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
“Praktik ini sudah bertahun-tahun tanpa lelang. Pengelolaan limbah ini harusnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tapi selama dikelola oleh oknum kelompok pengusaha itu, kenyataannya nol besar,” tegasnya.
Minta Perusahaan Buka Mekanisme Kerja Sama
Per-MATA Banten meminta PT Asahimas Chemical menerapkan prinsip transparansi serta persaingan usaha yang sehat dalam setiap kerja sama pengelolaan limbah ekonomis.
Permana mempertanyakan mengapa kerja sama tersebut, menurut klaim pihaknya, dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa mekanisme yang dinilai terbuka bagi pelaku usaha lainnya.
“Dengan margin keuntungan yang besar untuk si pengusaha pengelola limbah itu, tapi kok puluhan tahun kegiatan usaha ini tidak pernah dilelang terbuka. Penerima manfaatnya hanya dimonopoli oleh pengusaha itu dan kelompoknya saja,” ujarnya.
Ia juga meminta perusahaan memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme penentuan pengelola limbah, proses kerja sama, hingga pemanfaatan nilai ekonomi yang dihasilkan dari limbah tersebut.
“Masyarakat luas hanya dapat limbah polusinya saja. Ini ada apa sebenarnya?” katanya.