Pejabat Diminta Tidak Menghindari Konfirmasi
Eko menyayangkan apabila terdapat pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel yang memilih menghindari komunikasi ketika hendak dikonfirmasi wartawan.
Berdasarkan sejumlah keluhan yang diterimanya, kata Eko, ada pejabat yang sulit ditemui secara langsung, tidak mudah dihubungi melalui sambungan telepon, hingga sulit mendapatkan respons melalui aplikasi pesan.
“Bahkan ada pejabat yang tidak menggunakan alat seluler atau handphone. Saya menyayangkan jika ada pejabat seperti itu,” ungkapnya.
Menurut Eko, pertanyaan wartawan mengenai program pemerintah, kebijakan maupun penggunaan anggaran merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers. Karena itu, pejabat publik semestinya tidak perlu khawatir menghadapi pertanyaan selama proses konfirmasi dilakukan secara profesional.
“Setahu saya, wali kota dan wakil sangat komunikatif ketika dikonfirmasi. Jadi kalau memang ada pejabatnya yang menutup diri, mungkin ada yang takut dikulik wartawan terkait kinerja dan anggarannya. Wali kota atau wakilnya harus menegur pejabat seperti itu,” ujarnya.
Ia menilai, komunikasi yang terbuka justru dapat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjelaskan berbagai kebijakan maupun persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada publik tidak hanya berasal dari satu sudut pandang, tetapi dapat dilengkapi dengan penjelasan dari pihak pemerintah sebagai pemegang kebijakan.