Ikuti Kami
Senin, 10 Agustus 2026 Versi Web

Ribuan Warga Serang Turun ke Sungai, Ngagurah Dano Jadi Pesta Tradisi dan Kebersamaan

Penulis: Yustinus Agus
Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Selain memiliki nilai sosial dan budaya, Ngagurah Dano berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal. Keunikan tradisi menangkap ikan secara massal di sungai menjadi pengalaman yang tidak mudah ditemui dalam kehidupan masyarakat perkotaan.
 

Potensi tersebut semakin kuat karena kegiatan Ngagurah Dano berlangsung dengan latar alam pedesaan yang masih asri. Sungai, pepohonan dan aktivitas masyarakat menjadi satu kesatuan yang menghadirkan suasana khas pedesaan Banten.
Jika dikelola secara berkelanjutan, tradisi ini tidak hanya dapat menjadi agenda budaya, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaku UMKM, pedagang makanan, pengrajin serta pelaku usaha pariwisata dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan masyarakat.
 

Namun, pengembangan wisata budaya tetap perlu memperhatikan kelestarian lingkungan. Sungai sebagai lokasi utama tradisi harus dijaga kebersihan dan ekosistemnya agar kegiatan budaya tidak justru menimbulkan dampak negatif terhadap alam.
Karena itu, semangat utama Ngagurah Dano perlu terus dipertahankan, yakni kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap alam.
 

Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa budaya lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang masih relevan hingga sekarang, mulai dari gotong royong, persaudaraan, rasa syukur hingga kepedulian terhadap lingkungan.
 

Bagi generasi muda, Ngagurah Dano juga menjadi kesempatan untuk mengenal langsung warisan budaya daerah. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.
 

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, keberadaan tradisi seperti Ngagurah Dano menjadi semakin penting. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki ruang untuk merawat budaya lokal sekaligus mempererat hubungan sosial.
Suasana meriah di Sungai Cidanau pada Minggu itu pun menjadi gambaran bahwa tradisi lama masih mampu hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat modern.
 

Ngagurah Dano akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan ikan paling banyak. Lebih dari itu, tradisi ini adalah tentang bagaimana masyarakat berkumpul, berbagi kebahagiaan, menjaga alam dan mewariskan nilai kebersamaan kepada generasi berikutnya.
 

Dengan terus dilestarikan dan dikembangkan secara bijak, Ngagurah Dano berpeluang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Serang sekaligus bukti bahwa kearifan lokal dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan dan menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.

Penulis: Yustinus Agus
Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB
Artikel Selanjutnya

Harmoni Multikultural di Era Digital: Dinamika Keberagaman Masyarakat Palangka Raya

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Ribuan Warga Serang Turun ke Sungai, Ngagurah Dano Jadi Pesta Tradisi dan Kebersamaan

Bagikan artikel ini melalui