Ikuti Kami
Jumat, 25 September 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Jika kita menengok kembali lembar sejarah, Mathla’ul Anwar lahir di Menes Pandeglang pada  10 Syawal 1334 Hijriah, bertepatan dengan 10 Agustus 1916 Masehi.

Didirikan oleh para ulama agung seperti KH Moh. Tb. Soleh, Kiai Entol, H Moh. Yasin, Kiai Tegal, KH Abdul Mu’ti, KH Soleman Cibinglu, KH Daud, KH Rusydi, E. Danawi, KH Mustagfiri, Ki Mas Abdurrahman, dan para kiai lainnya, lembaga ini berdiri sebagai respons profetik terhadap kebodohan dan penindasan kolonial.

Nama Mathla’ul Anwar sendiri yang secara harfiah bermakna tempat terbitnya cahaya bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan sebuah doa kosmologis agar organisasi ini senantiasa memancarkan fajar pencerahan ke seluruh penjuru bumi.

Lahir dari rahim kultur kepesantrenan, gerakan ini sejak awal telah meletakkan landasan khittah perjuangan yang mandiri, lurus, dan tidak terafiliasi pada kekuatan politik praktis mana pun.

Khittah Mathla’ul Anwar tersebut dimanifestasikan secara konkret melalui pergerakan Tiga Pilar utamanya, yakni Pendidikan, Dakwah, dan Sosial. Pilar pendidikan mewujud dalam ribuan madrasah dan sekolah yang tersebar dari hulu hingga hilir, menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak bangsa yang mendambakan ilmu pengetahuan.

Pilar dakwah bergerak merawat moralitas umat melalui mimbar-mimbar yang sejuk, inklusif, dan berorientasi pada paham Ahlussunnah Wal Jama’ah. Sementara pilar sosial menjadi bukti keterlibatan aktif organisasi dalam mengentaskan kemiskinan, merawat anak yatim, dan hadir secara nyata di tengah bencana yang menimpa masyarakat.

Ketiga pilar ini adalah satu kesatuan pergerakan yang tidak boleh dipisahkan, menjadi kaki-kaki kokoh yang menopang eksistensi organisasi selama seratus sepuluh tahun perjalanan sejarahnya.

Namun, kejayaan masa lalu tidak boleh membuat kita terlena dalam romantisme sejarah yang statis dan menjebak nalar kritis kita. Guna menyongsong tantangan zaman yang kian kompleks, Mathla’ul Anwar harus berani melakukan lompatan kuantum untuk "Naik Level" dalam segala lini manajerialnya.

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB
Artikel Selanjutnya

Dari Lari Subuh hingga Jadi Ormas, Dahnil Bongkar Filosofi Matahari Pagi Indonesia

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Film Langkah Kecil Menuju Pulih Nembus 5.000 Penonton

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:33 WIB
↑ Kembali ke atas
Menjemput Fajar Abad Kedua Mathla’ul Anwar

Bagikan artikel ini melalui