Tinawati Andra Soni Ajak Masyarakat Buka Ruang Lebih Luas bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Persoalan perundungan atau bullying juga menjadi salah satu hal yang turut disampaikan. Menurut Tinawati, perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus merupakan persoalan yang tidak boleh dianggap sepele.
Ia menilai, pencegahan perundungan harus dilakukan melalui pendidikan karakter, peningkatan kepedulian sosial, serta pembentukan lingkungan yang mampu menerima perbedaan.
Anak berkebutuhan khusus, kata dia, membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya agar mampu membangun rasa percaya diri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Untuk itu, Tinawati berharap pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan wilayah yang ramah bagi kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tangerang, Masturoh Sachrudin, menyambut baik perhatian yang diberikan TP PKK Provinsi Banten terhadap keberadaan sekolah khusus.
Ia berharap kebutuhan sekolah dapat terus dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan sehingga berbagai kebutuhan fasilitas maupun sarana pendukung pembelajaran dapat ditindaklanjuti.
"Saya tadi sudah berbicara sama Pak Camat, kita harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar fasilitas yang dibutuhkan bisa tersalurkan. Mungkin nanti Dinas Pendidikan bisa langsung disambungkan ke Pemerintah Kota atau Provinsi," ujarnya.
Masturoh menilai, keberadaan sekolah khusus memiliki peran penting dalam membantu anak berkebutuhan khusus mengembangkan kemampuan dan potensi mereka. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal.