Sabtu, 3 Oktober 2026

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

BAGIKAN:
Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya
0
Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Pendidikan yang baik tidak hanya bergantung pada gedung yang megah atau teknologi yang canggih, tetapi juga pada kualitas dan kesejahteraan gurunya. Guru yang sejahtera akan lebih fokus dalam mengajar, lebih tenang dalam menjalankan tugas, dan lebih maksimal dalam mendampingi peserta didik. Sebaliknya, jika guru terus dibebani dengan persoalan ekonomi, maka kualitas pendidikan pun akan ikut terdampak.

Sudah saatnya kita berhenti memandang guru hanya sebagai pelengkap sistem pendidikan. Mereka adalah inti dari proses belajar itu sendiri. Setiap dokter, insinyur, pemimpin, pengusaha, bahkan presiden, semuanya pernah dididik oleh seorang guru. Tidak ada profesi besar tanpa peran guru di dalamnya.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa menghormati guru bukan hanya dilakukan saat Hari Guru Nasional atau melalui ucapan di media sosial. Menghormati guru berarti memperjuangkan hak mereka untuk hidup layak, mendukung kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka, dan menempatkan profesi guru pada posisi yang semestinya.

Pendidikan memang mahal, karena masa depan memang tidak murah. Tetapi jangan sampai mahalnya pendidikan hanya dirasakan oleh peserta didik dan orang tua, sementara guru sebagai jantung pendidikan justru terus hidup dalam keterbatasan.

Bangsa yang ingin maju harus dimulai dari penghargaan terhadap para pendidiknya. Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi pembentuk karakter dan masa depan bangsa. Di tangan merekalah nilai, ilmu, dan harapan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Selama pendidikan masih mahal, tetapi gaji guru tetap murah, maka kita harus jujur mengakui bahwa masih ada sesuatu yang salah dalam cara memandang arti sebuah pendidikan. Menghargai guru bukan sekadar memberi pujian, tetapi memastikan mereka hidup dengan layak dan terhormat.

Viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026: Ketika Integritas Dewan Juri Dipertanyakan Publik
Artikel Selanjutnya

Viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026: Ketika Integritas Dewan Juri Dipertanyakan Publik

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 12 Mei 2026, 09:02 WIB · Diperbarui: 2 Juli 2026, 19:57 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini, RA Ar-Raudhotun Nur Gelar Pengibaran Bendera Merah Putih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 05:04 WIB

Evaluasi Program MIRUN, MIS Ar-Raudhotun Nur Bangun Kesadaran Siswa Peduli Lingkungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 01:29 WIB

Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Tingkatkan Literasi, Warga Binaan Lapas Bandanaira Belajar Baca Tulis

Konten dari Pengguna Siaran Pers Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Sukses Digelar, IYF JSIT Banten 2026 Libatkan 2.918 Pelajar se-Banten

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 15:40 WIB

MIS Ar-Raudhotun Nur Buka Kelas Tambahan Matematika, Tumbuhkan Semangat Belajar di Luar Jam Pelajaran

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 17 September 2026 | 10:40 WIB

Dari Lahan Kosong Menjadi Ruang Belajar, Siswa Kelas 1 MIS Ar-Raudhotun Nur Belajar Merawat Kehidupan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 17 September 2026 | 10:19 WIB