Keempat, salah memilih lingkungan pertemanan. Gaya hidup teman sangat memengaruhi pola pengeluaran. Mahasiswa disarankan untuk bergaul dengan lingkungan yang memiliki kesadaran finansial serupa agar tidak terdorong pada gaya hidup konsumtif.
Kelima, gagal dalam akademik. Nilai yang buruk dapat memperpanjang masa studi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya kuliah dan kebutuhan hidup selama masa pendidikan.
Para ahli menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini bagi mahasiswa. Kemampuan mengelola uang tidak hanya menentukan keberlangsungan studi, tetapi juga menjadi bekal utama dalam menghadapi kehidupan setelah lulus.
Dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam pengeluaran, mahasiswa rantau tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi individu yang mandiri secara finansial.
(hsn)