Gubernur Banten Andra Soni: Keluarga Kunci Keberhasilan Program Pembangunan
Visi tersebut menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia dalam menyambut bonus demografi dan Indonesia Emas 2045. Kemendukbangga/BKKBN menerjemahkan visi ini dengan fokus pada SDM, termasuk melalui transformasi kelembagaan dan dukungan program prioritas.
Wahidin juga menilai terdapat strategi kapitalisasi bonus demografi yang harus menjadi perhatian. Strategi tersebut di antaranya terkait investasi SDM, pasar kerja, sistem pensiun, dan satu data.
“Kami menerjemahkan visi yang fokus pada SDM, termasuk melalui transformasi kelembagaan dan dukungan program prioritas. Kami juga menilai terdapat strategi kapitalisasi bonus demografi yang harus menjadi perhatian, di antaranya terkait investasi SDM, pasar kerja, sistem pensiun dan satu data,” imbuh Wahidin.
Dalam laporannya, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra menyampaikan capaian pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Banten sepanjang tahun 2025. Program ini menunjukkan hasil yang baik.
Dari aspek pengendalian penduduk, Provinsi Banten mencapai total fertility rate 1,97, dengan standar di angka 2,01. Sementara itu, dari aspek pembangunan keluarga, indeks pembangunan keluarga berada di angka 64,8 dengan nilai sangat baik.
“Tentu keberhasilan ini tidak lain adalah hasil orkestrasi dari Pak Gubernur, Pak Bupati/Wali Kota, beserta seluruh jajaran mitra kerja,” kata Yuda Ganda Putra.
Pelaksanaan Rakorda ini juga merupakan bagian dari amanat regulasi sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi. Ini juga bagian dari penguatan sumber daya manusia sesuai arah kebijakan nasional.
“Alhamdulillah Provinsi Banten sudah berhasil 100 persen untuk menyusun peta jalan pembangunan kependudukan, mudah-mudahan rakor ini menjadi satu hal yang bisa menguatkan inisiatif kita dalam menguatkan program kerja untuk melayani masyarakat di Provinsi Banten ini,” pungkas Yuda Ganda Putra.