Dalam kunjungan tersebut, Menpar meninjau kebersihan dan kelayakan fasilitas umum seperti toilet dan toko suvenir. Ia juga memastikan standar layanan kesehatan di klinik, serta berdialog langsung dengan wisatawan untuk memperoleh masukan terkait kenyamanan selama berwisata.
Menpar Widiyanti juga menyampaikan data pertumbuhan kedatangan wisatawan ke Bali. Meskipun ada dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada pembatalan sejumlah penumpang, kedatangan ke Bali tetap tumbuh 3,5 persen.
Jumlah kedatangan meningkat dari 450,9 ribu pada 2025 menjadi 466,7 ribu pada 2026, atau naik sebesar 15,8 ribu. Kenaikan ini didukung momentum libur Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran, memberikan waktu libur lebih panjang bagi wisatawan mancanegara dan nusantara.
Okupansi hotel di Bali juga menunjukkan kinerja positif, mencapai 60 hingga 65 persen. Angka ini naik 5 persen sebagaimana disampaikan Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
“Dengan dinobatkannya sebagai “The Travelers’ Choice Awards: World’s Best of the Best Destination 2026” by TripAdvisor, menunjukkan citra dan resiliensi Bali tetap kuat,” tutur Menpar Widiyanti.
“Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan.”
Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Taman Safari Indonesia Group, Hans Manansang, mengapresiasi perhatian Menpar terhadap kualitas layanan destinasi. Ia menyampaikan bahwa selama high season, Taman Safari Bali mencatat kunjungan sekitar 4.000 wisatawan per hari, didominasi wisatawan nusantara.
Pada hari biasa, kunjungan mencapai sekitar 1.500 wisatawan. Hans juga menyoroti bahwa kondisi global turut mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara.