Sabtu, 3 Oktober 2026

Dinkes Yogyakarta Ajak Remaja Saka Bakti Husada Edukasi Kesehatan Masyarakat

BAGIKAN:
Dinkes Yogyakarta Ajak Remaja Saka Bakti Husada Edukasi Kese...
0
Dinkes Yogyakarta Ajak Remaja Saka Bakti Husada Edukasi Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melibatkan anggota Saka Bakti Husada dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Yogyakarta - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melibatkan anggota Saka Bakti Husada dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Keterlibatan ini mencakup edukasi kesehatan remaja hingga dukungan operasional di posko kesehatan saat momen besar seperti Lebaran.

Saka Bakti Husada merupakan satuan karya dalam gerakan pramuka yang berfokus pada bidang kesehatan. Organisasi ini berada di bawah pembinaan Dinas Kesehatan setempat.

Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta, Arumi Wulansari, menjelaskan tujuan utama SBH. Menurutnya, SBH dibentuk untuk menciptakan kader remaja yang menjadi agen perubahan.

"Tujuan utamanya adalah membentuk kader-kader remaja yang bisa menjadi pionir dan agen perubahan, terutama dalam menggerakkan teman sebaya untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat," ujar Arumi Wulansari.

Keanggotaan Saka Bakti Husada terbuka bagi pramuka penegak dan pandega. Rentang usia anggota adalah 16 hingga 25 tahun.

Seluruh kegiatan organisasi ini mengacu pada pedoman dari Kementerian Kesehatan. Pelaksanaannya dilakukan melalui pembinaan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Anggota Saka Bakti Husada secara berkala mendapatkan berbagai pelatihan dan materi edukasi kesehatan. Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota SBH dibekali pengetahuan agar dapat menyampaikan informasi kepada teman sebaya. Selain itu, anggota SBH juga mengikuti pelatihan rutin di sanggar kegiatan.

Mereka juga menyusun rencana kerja tahunan melalui Dewan Saka. Rencana kerja ini berisi program pelatihan dan kegiatan kesehatan.

SBH memiliki enam bidang pembelajaran atau krida. Krida tersebut meliputi Bina Lingkungan Sehat, Bina Keluarga Sehat, dan Pengendalian Penyakit.

Ada juga krida Bina Gizi, Bina Obat, serta Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat .

***

Dinkes Kota Tangerang Luruskan Hoaks Vitamin K untuk Bayi, Sebut Penting dan Aman
Artikel Selanjutnya

Dinkes Kota Tangerang Luruskan Hoaks Vitamin K untuk Bayi, Sebut Penting dan Aman

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 16 Maret 2026, 20:27 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB