Di sudut lain, beberapa warakawuri tidak kuasa menahan haru saat menerima santunan dan perhatian. Mereka mendapatkannya dari rekan-rekan almarhum suami mereka.
Bagi para warakawuri, kegiatan ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga pengingat bahwa keluarga besar wartawan tetap ada dan tidak melupakan mereka.
“Kami merasa masih menjadi bagian dari keluarga besar wartawan. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujar salah seorang warakawuri dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, kehadiran wartawan dari lima wilayah DKI Jakarta memperlihatkan semangat solidaritas yang kuat di kalangan insan pers. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh Ustad Akmal Marhali.
Doa tersebut utamanya ditujukan untuk para wartawan yang telah berpulang, serta harapan agar anak-anak yatim dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan masa depan yang lebih baik. Momen seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik profesi yang keras, ada hati yang tetap tergerak untuk berbagi dan menjaga kebersamaan.
Kegiatan PWI Berbagi dapat berlangsung dengan sukacita dan penuh kekeluargaan berkat dukungan dari berbagai pihak. Mereka adalah Nendia Primarasa, Djarum Foundation, PLN UID Jakarta Raya, Polda Metro Jaya, Bank Jakarta, Tannur Muthmainnah Tour & Travel, Artha Graha Peduli, Bakrie Amanah, PAM Jaya, dan Pelindo.
***