Tanah Gerak Rusak 20 Rumah di Pajangan Bantul, Kerugian Capai Rp4 Miliar
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Yogyakarta - Fenomena tanah gerak merusak sekitar 20 rumah di wilayah Triwidadi, Pajangan, Kabupaten Bantul. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar.
Beruntung, sebagian besar rumah yang terdampak dalam kondisi kosong. Kondisi ini membuat peristiwa tanah gerak tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada akhir Februari lalu. Kondisi tanah yang labil dan jenuh air diduga menyebabkan tanah terkikis.
Penurunan tanah bahkan mencapai sekitar 2,5 meter di salah satu rumah warga. Kejadian ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY bersama BPBD Bantul dan BPPTKG melakukan asesmen.
Asesmen di wilayah Pajangan tersebut bertujuan untuk memetakan dampak fenomena tanah gerak. Selain itu, mereka juga mencari penyebab pasti pergeseran tanah.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan pentingnya kajian ini. Kajian tersebut untuk mengetahui apakah kawasan itu memang rawan pergerakan tanah atau ada faktor lain seperti kondisi teknis pembangunan rumah.
Untuk memastikan penyebab dan menentukan langkah penanganan yang tepat, BPBD Bantul juga menggandeng tim ahli dari Universitas Gadjah Mada. Tim ahli ini akan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Fenomena tanah bergerak ini disebut sebagai kejadian baru di wilayah DIY. Kasus ini berbeda dengan kejadian sinkhole yang sebelumnya pernah terjadi di Gunungkidul.
Selain di Pajangan, laporan pergerakan tanah juga muncul di wilayah Sedayu dan Imogiri, Bantul.
"Pemerintah berharap hasil asesmen dan kajian para ahli dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi tanah," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata.
"Hasil kajian ini juga diharapkan dapat memberikan langkah mitigasi agar dampak kerusakan tidak meluas ke wilayah lain," tutup Agustinus Ruruh Haryata.
***