Minggu, 4 Oktober 2026

Kemenkes Deteksi Gejala Kecemasan dan Depresi pada Hampir 10 Persen Anak Indonesia

BAGIKAN:
Kemenkes Deteksi Gejala Kecemasan dan Depresi pada Hampir 10...
0
Kemenkes Deteksi Gejala Kecemasan dan Depresi pada Hampir 10 Persen Anak Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan hasil deteksi gejala kecemasan dan depresi pada hampir 10 persen anak Indonesia. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia. Temuan ini didapat dari Program Cek Kesehatan Gratis periode 2025–2026.

Program tersebut telah menyaring sekitar 7 juta anak di seluruh Indonesia. Budi menyampaikan data ini dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada Senin (9/3/2026).

Dari total anak yang diskrining, Kementerian Kesehatan mendeteksi 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak lainnya terindikasi gejala depresi (depression disorder).

"Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali," ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi, persoalan kesehatan mental pada anak memerlukan perhatian serius. karena dapat berujung pada kematian akibat bunuh diri.

Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren peningkatan anak yang mencoba bunuh diri. Angkanya naik dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, masalah kesehatan jiwa pada anak tidak hanya dipengaruhi faktor individu. Lingkungan keluarga, pertemanan, serta pendidikan juga turut menjadi faktor.

"Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Pemerintah juga perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP)," tutup Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

***

PC IAI Pandeglang Edukasi Remaja Panti Asuhan tentang Bahaya Penyalahgunaan Obat
Artikel Selanjutnya

PC IAI Pandeglang Edukasi Remaja Panti Asuhan tentang Bahaya Penyalahgunaan Obat

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 9 Maret 2026, 16:21 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

MEET YOURSELF: Ketika Ruang Kecil Menjadi Tempat untuk Kembali Mengenal Diri

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Lapas Bandanaira Gandeng Puskesmas Walang Gelar CKG bagi Warga Binaan ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:58 WIB

Pemeriksaan Kesehatan Rutin, Lapas Bandanaira Pastikan Kondisi Warga Binaan Terpantau

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 17 September 2026 | 13:38 WIB

Rembuk Stunting Sindangheula, Cari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Konten Redaksi Sabtu, 12 September 2026 | 19:24 WIB

Alzan Subhan: Fakta di Balik Krim/Skincare Instan

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 8 September 2026 | 22:08 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Layanan Kesehatan Banten Siaga

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 10:59 WIB

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Waspada! Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 17:06 WIB

Ajak Hidup Sehat, Lapas Bandanaira Gelar Senam Bareng Peserta Magang dan Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 4 September 2026 | 07:53 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB