DPRD Bekasi Desak Pemkot Serius Tangani Darurat Sampah dan Proyek WTE
DISTRIKBANTENNEWS.COM, Bekasi - Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mendesak Pemerintah Kota Bekasi serius menangani persoalan sampah. Ia menyebut kondisi sampah di wilayahnya sudah masuk tahap darurat.
Muin menyampaikan desakan itu pada Kamis kemarin (5/3/2026). Menurutnya, pemerintah kota harus segera mengambil langkah konkret dan penanganan cepat karena kondisi ini tidak bisa dibiarkan.
Ia menyoroti keterbatasan armada pengangkut sampah milik pemerintah daerah. Banyak kendaraan operasional yang sudah tua dan rusak.
Kondisi tersebut menghambat proses pengangkutan sampah dari warga ke Tempat Pembuangan Akhir. Akibatnya, penumpukan sampah terjadi di berbagai titik dan memicu keluhan dari masyarakat.
“Kota Bekasi ini sudah darurat sampah. Pemerintah Kota Bekasi tidak bisa tinggal diam. Harus ada upaya serius dan langkah cepat karena kondisi ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Abdul Muin Hafied.
Muin meminta agar rencana pengadaan armada baru pada tahun 2026 benar-benar diprioritaskan. Ini penting untuk mengatasi masalah pengangkutan sampah.
“Banyak armada kita yang sudah rusak sehingga mengganggu proses pengangkutan. Pada 2026 ini ada rencana pengadaan armada baru, saya minta hal itu benar-benar diprioritaskan,” katanya. Selain itu, Muin juga menyinggung rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau Waste to Energy di Kota Bekasi.
Proyek ini diinisiasi oleh pemerintah pusat. Proyek WTE dinilai bisa menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah.
Namun, kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek tersebut.
“WTE ini bisa menjadi salah satu solusi. Namun jangan sampai proyeknya ada, sementara kesiapan daerahnya tidak maksimal. Pemerintah kota harus benar-benar serius menyiapkannya,” tutup Abdul Muin Hafied.
***