FKUB Kota Serang Gelar Kirab Budaya Lintas Agama Menyambut Ramadan dan Imlek
“Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru potensi untuk kita bersatu,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, peran Pemerintah Kota Serang mendapat apresiasi positif dari para tokoh agama. Dukungan pemerintah dinilai tidak hanya bersifat seremonial, tetapi telah masuk ke dalam kebijakan strategis.
“Pemerintah Kota Serang sangat konsen terhadap toleransi. Salah satunya, politik anggaran untuk menciptakan kerukunan ini sudah mulai nampak di Kota Serang,” jelas KH Matin.
Hal senada disampaikan Pendeta Erwin Marbun, Perwakilan Umat Kristen dari HKBP Resort Serang. Ia mengapresiasi kehadiran pemerintah yang dirasakan dekat dengan umat beragama tanpa sekat birokrasi.
“Sejauh ini pemerintah, baik Kota Serang maupun Provinsi Banten, tidak pernah lepas pandang dari umat beragama. Kehadiran mereka sangat kekeluargaan, ini cita rasa Banten yang luar biasa,” ungkap Pendeta Erwin.
Acara yang merupakan kirab budaya lintas iman pertama di Indonesia ini juga menjadi momentum menjaga kondusivitas wilayah menjelang bulan suci Ramadan. Disisi lain, Bhikkhu Damakaro, perwakilan umat Buddha, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kedamaian.
“Mari kita senantiasa jaga persatuan. Di saat umat muslim memasuki bulan Ramadan, kita jaga keseharian kita agar tetap kondusif dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Sementara itu, Eko Sudono, perwakilan umat Hindu, menilai kegiatan budaya semacam ini efektif memperkuat tekad kebangsaan.