Ia baru mengetahui kabar buruk tersebut setelah adiknya menghubunginya via telepon pada pukul 12.30 WIB, tepat setelah waktu Dzuhur.
"Saya langsung bergegas pulang dan tiba di rumah sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan sudah melalap plafon rumah. Di lokasi, saya melihat banyak warga sekitar yang sudah turun tangan membantu tim Damkar memadamkan api," cerita Agus.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, lanjut Agus api awalnya berasal dari ruangan milik Pak Indi, seorang penyandang disabilitas yang merupakan pemilik kasur yang terbakar tersebut. Rumah yang terbakar, kata Agus dihuni oleh 4 keluarga, yaitu keluarga Agus Humaidi sendiri, keluarga Indi (disabilitas), keluarga Nani, dan keluarga Holani.
Agus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkot Serang yang telah bertindak cepat datang ke lokasi dan memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil. Bantuan tersebut dinilainya sangat berarti dan bermanfaat bagi dirinya serta keluarga lainnya yang terdampak.
"Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Wali Kota Budi Rustandi dan seluruh Bapak/Ibu yang telah memberikan bantuan. Semoga Bapak dan Ibu sekian senantiasa diberikan balasan rezeki yang melimpah dan berlipat ganda atas kebaikan yang telah diberikan," tutup Agus dengan penuh rasa syukur. ***