Selain itu, lanjutnya, program Banten Cerdas dijalankan melalui sekolah gratis SMA, SMK dan SKh swasta serta Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan. Penguatan ekonomi desa dan UMKM dilakukan melalui bantuan keuangan desa, pengembangan koperasi, serta pembentukan zona ekonomi baru.
“Di sisi lain, penguatan ketahanan pangan, peningkatan investasi, serta optimalisasi Balai Latihan Kerja untuk menyiapkan tenaga kerja juga terus dioptimalkan,” kata Budi Santoso.
Ia menambahkan, realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau melampaui target tahunan, serta program daerah yang diselaraskan dengan agenda nasional, termasuk dukungan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Seluruh program ini diarahkan untuk memperkuat basis ekonomi daerah dan memperluas kesempatan kerja,” ujarnya.
Kemiskinan Menurun
Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, persentase penduduk miskin di Banten pada September 2025 sebesar menurun 0,12 poin dibanding Maret 2025 menjadi 5,51 persen. Dengan pengurangan jumlah penduduk miskin sebesar 11,9 ribu orang menjadi 760,85 ribu orang.
Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, secara makro arah indikator menunjukkan pergerakan yang sejalan.
“Pertumbuhan ekonomi positif dan ada akselerasi. Secara umum diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.
Menurutnya, karakter kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan memiliki pola yang berbeda.