Menariknya, sektor perekonomian menjadi prioritas utama. Kecamatan Kresek dinilai memiliki potensi lokal yang kuat, khususnya dari sektor UMKM yang telah dikenal luas.
“Kami memiliki UMKM yang begitu unggul, yaitu dari kuliner ada ciri khasnya makanan tambelor dan telur asin khas Kresek,” ungkap Ramawinata.
Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada infrastruktur penunjang ekonomi rakyat, terutama Pasar Kresek yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan lintas wilayah.
“Kami juga memiliki pasar yang cukup strategis yaitu Pasar Kresek, sehingga dari semua wilayah termasuk Gunung Kaler, Mekar Baru, bahkan sebagian dari Serang tertuju ke Pasar Kresek ini, sehingga kami membutuhkan untuk revitalisasi Pasar Kresek ini meskipun memang ada kendala, tanahnya masih tanah desa,” katanya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Bappeda Kabupaten Tangerang, Sri Indriastuti Widyaningsih, menegaskan bahwa seluruh usulan dari Kecamatan Kresek masih akan melalui proses lanjutan di tingkat kabupaten sebelum ditetapkan.
“Kita menampung, memverifikasi, kemudian mendistribusikan usulan tersebut, dan nanti ada proses selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penentuan prioritas tetap akan mengacu pada tema pembangunan serta persoalan riil yang dihadapi Kecamatan Kresek, sehingga program yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.***