Pemkot Serang Pindahkan Pasar Jedogan ke Pasar Kepandean, Fokus pada Penataan dan Keberlanjutan
Pemerintah Kota Serang menetapkan Pasar Kepandean sebagai lokasi baru pelaksanaan Pasar Jedogan tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan dan keutuhan fasilitas kawasan Royal Baroe yang selama ini menjadi ruang publik dan ikon penataan kota.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi bukan sekadar perubahan teknis, melainkan bagian dari upaya penataan kota yang lebih berkelanjutan. Kawasan Royal dinilai perlu dilindungi agar fasilitas yang telah dibangun tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas pasar musiman.
“Pasar Jedogan tahun ini dipusatkan di Pasar Kepandean. Keputusan ini diambil agar kawasan Royal tetap terjaga dan tidak digunakan lagi untuk kegiatan yang berpotensi merusak fasilitas,” ujarnya.
Pelaksanaan Pasar Jedogan di lokasi baru justru direncanakan dengan skala yang lebih tertata. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, diperkirakan pada pertengahan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain transaksi jual beli, Pasar Jedogan juga akan diisi dengan hiburan musik, permainan tradisional, serta berbagai atraksi yang ramah keluarga.
“Konsep kegiatan dirancang menyerupai pameran rakyat dengan penekanan pada promosi produk pelaku usaha lokal," ungkap Wahyu.
Dari kebutuhan sekitar 200 stand pedagang, Pemkot Serang menyiapkan kapasitas sekitar 120–130 stand, dengan prioritas utama bagi UMKM Kota Serang. Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pemerintah daerah akan menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Pasar Kepandean.
“Penutupan jalan bersifat sementara direncanakan mulai dari kawasan Flamengo hingga tikungan menuju Kepandean," paparnya.