Musrenbang Kecamatan Mauk 2027: Fokus pada Penataan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi
TANGERANG - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mauk untuk tahun 2027 berlangsung dengan penuh antusiasme dan harapan. Acara ini menjadi momen penting dalam merumuskan rencana pembangunan yang lebih baik, dengan melibatkan berbagai elemen pemerintah daerah, desa, dan masyarakat setempat.
Camat Angga Yulyantono dalam sambutannya mengungkapkan bahwa salah satu prioritas pembangunan yang akan diteruskan adalah penataan kawasan Kampung Nelayan. Program ini telah melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Habitat for Humanity, dengan tujuan utama memperbaiki kondisi pemukiman warga yang sebelumnya kurang layak huni.
"Alhamdulillah, hampir 90% kepala keluarga sudah menempati rumah yang telah dibangun, dan dalam waktu dekat, kami akan meresmikan perumahan ini sebagai langkah awal dari penataan kawasan," kata dia di aula Kecamatan Mauk, Selasa (20/01/2026).
Ia menegaskan bahwa penataan kawasan tersebut tidak hanya terbatas pada pembangunan rumah, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara menyeluruh oleh warga setempat.
Namun, Camat Angga menyadari bahwa penataan kawasan ini harus diiringi dengan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, selain pembangunan perumahan, pemerintah Kecamatan Mauk juga tengah mengupayakan pemberdayaan ekonomi melalui berbagai program yang lebih terarah dan berkelanjutan.
"Pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap akan menjadi fokus utama kami. Kami ingin agar warga tidak hanya mendapat tempat tinggal yang layak, tetapi juga peluang untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bisa berkembang di kawasan ini," ujar Angga.
Pada Musrenbang kali ini, salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah masalah saluran air dan banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Mauk, seperti di Muara Cinampak dan Kampung Kisapat. Menurut Angga, kondisi ini semakin parah dengan tingginya curah hujan serta saluran air yang tidak memadai.
"Kami mengusulkan pembangunan waduk atau tandon air untuk mengatasi debit air yang tinggi yang sering melimpah ke wilayah Gunung Sari dan Mauk Barat," jelasnya.