Sabtu, 3 Oktober 2026

Pesan Kuat Wagub Banten di Cilegon: Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri, Tapi Penjaga Karakter Bangsa

BAGIKAN:
Pesan Kuat Wagub Banten di Cilegon: Pencak Silat Bukan Sekad...
0
Pesan Kuat Wagub Banten di Cilegon: Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri, Tapi Penjaga Karakter Bangsa

CILEGON – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan urgensi pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya takbenda yang memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa. Menurutnya, seni bela diri asli Indonesia ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olah fisik, tetapi juga menjadi media pembinaan spiritual dan pembentukan karakter, khususnya bagi generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Hotel Royal Krakatau Convention Hall, Kota Cilegon, Minggu (28/12/2025).

Dalam sambutannya, Dimyati menekankan bahwa pencak silat merupakan peninggalan luhur para leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya lintas generasi.

“Pencak silat adalah warisan budaya leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan. Fungsinya holistik, tidak hanya untuk kekuatan jasmani, tetapi juga rohani. Pencak silat membentuk karakter pribadi yang tangguh,” ujar Dimyati.

Ia menjabarkan, esensi mempelajari pencak silat jauh melampaui penguasaan teknik bertarung. Lebih dari itu, pencak silat mengajarkan pengendalian emosi, keteguhan mental, serta sikap kesatria dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Secara khusus, Dimyati mengapresiasi filosofi Perguruan Pencak Silat Bandrong yang menanamkan nilai altruisme kepada setiap anggotanya.

“Bandrong memiliki tujuan mulia, yakni tolong-menolong. Seorang pesilat tidak hanya dituntut untuk berani, tetapi juga harus siap memberikan pertolongan kepada sesama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga berharap perguruan silat, termasuk Bandrong, dapat mengambil peran lebih aktif dalam mendidik generasi muda Banten agar memiliki karakter kuat dan berakhlak. Bahkan, ia membuka wacana kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan pencak silat untuk mengintegrasikan pencak silat ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah.

“Ke depan, diharapkan ada guru-guru silat yang mendidik siswa di sekolah, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berani, serta sehat jasmani dan rohani,” kata Dimyati.

Ia menambahkan, pendidikan karakter melalui pencak silat diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Mereka akan punya jiwa sosial untuk menolong masyarakat, membantu teman, dan berani membela kebenaran,” pungkasnya.***

UMK Kota Tangerang 2026 Tembus Rp5,39 Juta, Tertinggi Kedua di Banten—Sinyal Kuat Ekonomi Terus Melaju
Artikel Selanjutnya

UMK Kota Tangerang 2026 Tembus Rp5,39 Juta, Tertinggi Kedua di Banten—Sinyal Kuat Ekonomi Terus Melaju

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 30 Desember 2025, 09:48 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Cetak Bibit Juara, 164 Pebulutangkis Ramaikan Kejurkot PBSI Cilegon 2026

Konten Redaksi Sabtu, 3 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Bongkar Sampai Akar! Mahasiswa Soroti 52 Juta Batang Rokok Ilegal di Merak

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Ada Temuan BPK Rp489 Juta di BPKPAD Cilegon

Konten Redaksi Jumat, 11 September 2026 | 19:32 WIB

Banten Haji Fair 2026 Hadir di Cilegon

Konten Redaksi Jumat, 11 September 2026 | 18:49 WIB

Duduk Bareng Warga di Pos Batman, Kapolres Cilegon Bahas Keamanan Lingkungan

Konten Redaksi Kamis, 10 September 2026 | 15:11 WIB

RABU, Gerakan Literasi Pagi di SMKN 1 Cilegon untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:31 WIB