Ultimatum Bupati Tangerang! Seluruh Balita Bermasalah Gizi Wajib Terdeteksi, Tenggat Waktu Ditetapkan
Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga angka stunting di Kabupaten Tangerang menunjukkan tren penurunan.
> "Terima kasih atas usaha yang telah dilakukan kepada Dinas Kesehatan, OPD terkait, para camat, kepala Puskesmas sehingga terjadi penurunan stunting sebesar 2.4%. Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menurunkan stunting serta penyakit lainnya," ucapnya.
Tak hanya fokus pada gizi dan stunting, Bupati juga mengingatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjelang dan pasca perayaan Natal dan Tahun Baru.
> "Saya minta kepada para camat dan pimpinan Puskesmas untuk tetap berada di wilayah masing-masing menjelang Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa penanganan stunting dilakukan secara terpadu dan kolaboratif dengan melibatkan banyak pihak.
> "Secara umum upaya penurunan Stunting dilakukan secara terpadu dan kolaboratif. Pemeriksaan rutin dilakukan oleh Puskesmas. Intervensi berdasarkan risiko balita penderita stunting diurus dan diobati oleh Dinas Kesehatan. Intervensi spesifik dengan Pemberian Makanan Tambahan ditangani oleh Dinkes melalui PKK dan Kader Kesehatan Ibu dan Anak," jelas Hendra.
Ia menambahkan, balita yang berisiko stunting ditangani melalui kolaborasi lintas sektor dengan komando utama dari DPPKB, melibatkan PKK, camat, serta berbagai pihak lainnya.
> "Intervensi ini berfokus pada intervensi sensitif, misalnya jamban, masalah pekerjaan, kemiskinan," imbuhnya.