Ikuti Kami
Selasa, 3 Maret 2026 ⚡ Versi Web

Bappeda Tangerang Kaji Permukiman Produktif Berkelanjutan di DAS Cisadane

Penulis: Siska Mawita
Minggu, 23 November 2025 | 20:17 WIB

KABUPATEN TANGERANG — Kegiatan Studi Pemukiman Produktif Berkelanjutan yang digelar pada Kamis (20/11/2025) oleh Bappeda Kabupaten Tangerang melalui Bidang Riset dan Inovasi (Rida) menjadi langkah strategis dalam merumuskan arah pengembangan wilayah di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. Studi ini bertujuan memperkuat konsep permukiman produktif yang menempatkan keseimbangan lingkungan, sosial, dan ekonomi sebagai fondasi utama.

Tenaga Ahli dari Institut Teknologi Indonesia (ITI), Ade Armansyah, menjelaskan bahwa kajian ini dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak menghadapi perubahan iklim dan tata kelola kawasan sungai perkotaan. Pemilihan DAS Cisadane sebagai lokasi penelitian dilakukan karena kawasan ini melintasi tiga daerah pemerintahan, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, sehingga memerlukan model pengelolaan yang lebih adaptif dan terintegrasi.

Inisiatif ini juga selaras dengan berbagai program donor yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan dan urbanisasi. Sebagai wilayah percontohan berskala nasional, DAS Cisadane membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Ade Armansyah menegaskan bahwa kerja sama tersebut “tidak hanya melibatkan pemerintah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, tetapi juga berpotensi menggandeng Pemerintah Provinsi Banten, pihak swasta, serta masyarakat,” yang diharapkan dapat turut berkontribusi dalam penanganan DAS agar tercipta model pengelolaan sungai yang komprehensif.

Lebih lanjut, wilayah ini diproyeksikan menjadi etalase Tangerang Raya dengan memanfaatkan potensi bambu sebagai komoditas substitusi kayu sekaligus upaya penurunan karbon yang tengah menjadi perhatian global di negara-negara seperti Brasil, Kongo, dan Indonesia.

Dengan pesatnya perkembangan wilayah Tangerang yang berada dalam orbit strategis Jabodetabek, studi ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa inovasi penataan ruang berbasis keberlanjutan bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mendesak untuk diwujudkan. ***

Penulis: Siska Mawita
Minggu, 23 November 2025 | 20:17 WIB
Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Dinkes Tangerang Evaluasi Strategi Turunkan AKB

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:02 WIB
↑ Kembali ke atas