“Ini bagian dari implementasi program Presiden melalui Asta Cita, dan alhamdulillah telah memberikan kepastian nyata ketahanannya, sekaligus kepastian pendapatan bagi kelompok tani. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang di desa-desa lain,” ujarnya.
Selain meningkatkan kesejahteraan petani, panen cabai ini juga dinilai efektif dalam membantu pengendalian inflasi daerah. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, ketersediaan pangan di Kabupaten Tangerang bisa lebih terjaga.
“Di Kabupaten Tangerang, selain budidaya cabai, masyarakat juga mengembangkan komoditas lain seperti tomat, terong, jagung, serta ternak ikan lele dan nila,” pungkasnya.
Kepala Desa Kemuning, Dadang, turut memaparkan bahwa lahan cabai tersebut memiliki masa tanam bervariasi antara 42 hingga 93 hari dan dikelola oleh 18 petani. Hingga saat ini, total produksi cabai telah menembus lebih dari 6 ton.
“Hingga saat ini, total produksi cabai yang telah dihasilkan mencapai lebih dari 6 ton. Selain itu, kelompok tani juga mampu memberikan tambahan pendapatan kepada ibu-ibu setempat hingga Rp60.000–Rp100.000 per kegiatan pemetikan cabai,” jelas Dadang.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir dan menepati janji untuk melaksanakan panen raya bersama masyarakat. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh kelompok tani,” ucapnya.
Panen raya ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Camat Legok, para kepala desa se-Kecamatan Legok, serta para petani yang merasakan langsung manfaat dari produktivitas cabai setan yang sedang naik daun ini.***