“Saya sudah sampaikan ke Pak Wali, sepulang dari umrah mudah-mudahan sudah beres, baik anggaran maupun eksekusinya. Target kami Desember selesai,” ujarnya.
Sementara proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar sementara dievakuasi ke lokasi darurat agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran tanpa gangguan banjir.
“Sekarang kegiatan belajar sementara dipindahkan dulu ke lokasi darurat, karena kami khawatir kalau hujan datang lagi,” katanya.
Anggaran Rp1 Miliar, Fokus pada Pengurukan dan Peninggian Lantai
Dispenbud memperkirakan kebutuhan dana untuk penanganan banjir SD Pamarican mencapai Rp1 miliar. Namun, realisasi anggaran masih menunggu hasil asesmen dari DPKD.
“Kebutuhannya besar, tapi kalau dari DPKD bisa direstui separuhnya dulu juga tidak masalah. Yang penting tahun ini sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.
Tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada pengurukan tanah dan pemasangan keramik dengan peninggian lantai sekitar 60 hingga 70 sentimeter.
Ahmad Nuri pun optimistis Wali Kota Serang akan memberi dukungan penuh terhadap upaya ini.