SERANGKOTA — Kabar membanggakan datang dari Ibu Kota Provinsi Banten. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional, setelah berhasil masuk 10 besar kota dengan realisasi belanja APBD tertinggi tahun anggaran 2025, versi Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Bina Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata meningkatnya kualitas tata kelola keuangan daerah dan efektivitas pelaksanaan program pembangunan di Kota Serang.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Serang, Hari W. Pamungkas, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Pemkot Serang dalam menjalankan program pembangunan secara konsisten dan terukur.
“Realisasi belanja kita mencapai 65,50%, dengan realisasi pendapatan 71,93%. Angka ini melampaui rata-rata nasional sebesar 56,66%. Artinya, pelaksanaan kegiatan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target,” jelas Hari, Kamis (30/10/2025).
Lebih lanjut, Hari menambahkan bahwa hasil evaluasi dari Ditjen Bina Keuda akan menjadi pijakan penting bagi Pemkot Serang untuk mengajukan Dana Insentif Daerah (DID) ke pemerintah pusat.
“Kinerja positif ini akan kita manfaatkan untuk memperoleh tambahan dana insentif daerah dari Kementerian Keuangan dan Kemendagri. Tentu ini akan semakin memperkuat kapasitas fiskal daerah,” tambahnya.
Tak hanya kinerja keuangan, penilaian Ditjen Bina Keuda juga mempertimbangkan indikator lain seperti efektivitas belanja publik, penanganan stunting, dan pengentasan kemiskinan. Seluruh aspek tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan pengelolaan daerah yang transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran perangkat daerah yang telah bekerja keras menjaga kinerja fiskal dan pelayanan publik tetap optimal.